
Raman lalu melihat beberapa kalung dan teringat ucapan Ishita, Dia lalu pergi melihat beberapa set perhiasan yang bagus. Pelayan toko menunjukkan beberapa set perhiasan. Raman menolak karena dia ingin perhiasan yang bergaya Punjabi. Pelayan toko meminta Raman bercerita apa yang di inginkannya dan dia akan membuatkannya lalu mengirim ke rumahnya. Raman pun teringat tampilan pengantin Ishita dan menjelaskannya pada sang pelayan toko. Mhir juga meminta pendapat pelayan toko mengenai cincin yang dicarinya dan kemudian Mihir memilih.
Shagun menemui Parmeet dan bertanya apakah kekuarga Bhalla berbicara
mengenai dirinya. Parmeet menjawab iya. Parmeet juga menjelaskan pada
Shagun bahwa Ishita dan Raman tidak memiliki hubungan apa2. Parmeet
mengatakan jika Ishita lah yang mencintai Raman tapi Raman hanya
mencintai dirimu. Parmeet juga berkata jika Raman membuat Mihir
bertunangan dengan Trisha. Shagun bertanya siapa Trisha dan Parmeet
mengatakan jika Trisha adalah adik Rajeev Tandon.
Ashok kemudian datang dan berkata agar membiarkan Raman melakukan segala
persiapan. Shagun mempunyai rencana. Shagun berkata jika Ashok pasti
akan diundang dalam pertunangan Mihir karena Ashok adalah patner proyek
Raman. Shagun berencana akan membuat drama disana nanti. Parmeet juga
bercerita jika nanti Raman dan Ishita akan menari salsa. Shagun pun
ingin melihat mereka menari.
Pelayan toko emas membawa perhiasan satu set perhiasan berwarna biru dan
merah muda. Raman pun setuju untuk dibuatkan perhiasan seperti itu.
Pelayan toko itu berkata bahwa biayanya 5 Lakh. Raman setuju. Mihir
memandang Raman dan tersenyum. Dia berkata bahwa kali ini Raman
membelinya dari dalam hati dan bukan untuk kepentingan Ruhi. Raman lalu
mengajak Mihir pergi. Jai memberikan cincin Mihir dan berkata akan
mengirim kalung Raman ke rumah di malam hari.
Sinopsis Mohabbatein ANTV Episode 37
Vandu datang untuk menemui Ruhi. Ruhi bertanya apakah Vandu melihat
latihan tarinya. Vandu pun menjawab jika Ruhi melakukannya dengan sangat
baik. Vandu lalu bertanya pada Ishita tentang Romi dan Trisha tapi Romi
tiba2 datang untuk mengecharge ponselnya. Ishita mengecek ponsel Romi
dan dia memberi kode pada Vandu untuk membawa Ruhi. Vandu pun pergi
bersama Ruhi.
Ishita berkata pada dirinya sendiri jika dia kini sedang melakukan
pekerjaan yang buruk dengan mengecek ponsel Romi. Raman datang dan
melihat Ishita memegang ponsel Romi. Ishita pun beralasan tapi Raman
tahu Ishita sedang memata2i Romi. Raman bertanya apa yang dilakukannya
dengan ponsel Romi, Ishita berkata jika dia hanya melihat tipe ponsel
Romi. Raman berkata bahwa Ishita tidak pandai berbohong. Ishita pun
berkata jika dia sebenarnya ingin membelikan Raman ponsel baru jadi dia
melihat model ponsel Romi. Ishita berkata jika Raman layak mendapat
hadiah karena sudah menari dengan baik. Ishita lalu menyuruh Raman
bersiap2 karena mereka akan berlatih menari. Raman bergumam dan berkata
bahwa Ishita mengira dirinya tidak bisa menari Salsa. Raman pun menjawab
ajakan Ishita bahwa sebenarnya bukan dirinya yang perlu berlatih tapi
Ishita. Raman lalu pergi kekamarnya membawa ponsel Romi. Ishita pun
mengeluh karena Raman telah mengacaukan rencananya.
Raman berlatih salsa di kamar, dia berkata bahwa jika dirinya terjatuh
maka Ishita akan mentertawakannya. Raman terus menggerutu karena Ishita
lebih jago menari salsa daripada dirinya. Ishita membuka pintu dan
tersenyum melihat Raman berlatih. Dia bersembunyi saat Raman membalikkan
badan dan Ishita pun tertawa.
Raman terus berlatih dan kemudian dia mendapat telepon dari Jai. Jai
bertanya apakah perhiasannya akan dikirim kerumah. Raman berkata jika
dirinya yang akan datang dan mengambilnya. Usai menutup telepon Raman
berpikir jika dia yang mengambil dan membawanya maka akan menimbulkan
masalah. Raman lalu menelpon karyawannya yang bernama Subramanium dan
memintanya untuk mengambil perhiasan tersebut. Lalu Raman kembali
berlatih salsa.
Pada malam hari, Ishita menemui Subramanium. Dia memberi Ishita sebuah
paket. Ishita bertanya paket apakah itu. Subramanium menjawab jika itu
satu set perhiasan.Toshi melihatnya dan menunjukkannya pada Simmi. Tn.
Bhalla berkata jika itu pasti sangat mahal. Toshi berkata mungkin Raman
membelinya untuk Trisha. Lalu Toshi bertanya pada Raman untuk siapakah
perhiasan tersebut. Raman pun berkata jika itu untuk Ishita. Toshi dan
Simmi merasa tersinggung. Ishita sendiri terkejut dengan hadiah Raman.
Ruhi mengatakan jika Ishita akan terlihat seperti putri dengan perhiasan
tersebut. Raman dan Ishita lalu pergi ke kamar. Simmi berkata dalam
hati bahwa Ishita telah menjebak setiap orang dan menghancurkan
hidupnya, Simmi berjanji tidak akan membiarkan Ishita bahagia.
Raman bertanya apakah Ishita menyukai perhiasannya. Ishita pun meminta
nota pembelian dan akan mengganti biaya pembelian perhiasan tersebut.
Ishita mengira2 harganya 1,5 Lakh, Raman pun mendebatnya dan berkata
jika harganya 5 Lakh. Raman lalu mengejek Ishita dan bergegas pergi.
Vishwa memakai baju layaknya seorang pahlawan. Vandu dan Bala melihatnya dan terkejut. Madhavi datang dan mentertawakannya. Madhavi dan Vishwa pun mengobrol. Raman sendiri sedang merasa marah dan mengomel sendiri, Raman lalu menelpon seseorang dan berkata jika dirinya ingin kostum salsanya hari ini. Raman berkata bahwa dia akan memakainya saat latihan.
Ishita datang dan melihat Raman
berlatih. Ishita berpikir bahwa dia telah melukai hati Raman dengan perkataannya.
Ishita pun berencana mengajak Raman keluar dan akan berbicara padanya. Ishita
langsung masuk dan mengatakan jika dia ingin mengajak Raman pergi ke kedai kopi
dan bersantai selama satu jam. Ishita juga berkata bahwa mereka sekarang adalah
teman. Raman berkata jika Ishita telah salah minum obat. Ishita pun berkata
akan memanggil Ruhi dan Raman langsung menghentikannya dan berkata jika dia
akan ikut Ishita, Raman meminta waktu dua menit untuk berganti baju.
Raman lalu mendapat telepon dari
Rajeev yang mengatakan nbahwa dia akan datang dengan membawa pakaian Sherwani
untuk Mihir. Raman tersenyum dan menjawab bahwa dirinya akan seharian berada di
rumah. Raman lalu mengatakan pada Ishita jika dirinya tidak bisa pergi
bersamanya. Ishita pun menelpon Rajeev dan berkata jika dia dan Raman akan
pergi keluar tapi keluarga mereka ada di rumah. Rajeev pun berkata agar Ishita
jangan ambil pusing karena dirinya datang hanya untuk mmemberikan Sherwani
Mihir dan bertemu dengan Mihir. Ishita pun mengakhiri pembicaraan. Raman pun
bertanya apa yang telah Ishita lakukan. Ishita menjawab “cerdas..jadiii mari
kita pergi teman”. Ishita lalu melenggang pergi dan Raman pun mengomel.
Ishita mendatangi Mihika dan
bertanyan kapan Vibhu akan datang. Ishita meminta Mihika menelponnya karena
dirinya mempunyai rencana. Ishita meminta Mihika melakukan apa yang
dikatakannya.
Rajeev datang dan memberikan
Sherwani pada Mihir. Rajeev mengatakan jika Sherwani itu pilihan Trisha. Mihir
lalu melihat Mihika bersama Vibhu di
pintu rumah mereka. Mihika memeluk Vibhu dan merasa cemburu. Vibhu juga
menyentuh rambut Mihika. Mihir pun mendekat untuk mendengarkan pembicaraan
mereka. Mihika dan Vibhu berbicara dengan mesra dan saling berpegangan tangan.
Mihir pun menutup pintu. Vibhu melepaskan tangan Mihika dan berkata bahwa Mihir
akan mengakui cintanya karena dia masih mencintaimu.
Mihir pun berkata pada Rajeev
jika dia tidak senang dengan ini. Rajeev bertanya tentang apa yang dimaksud
Mihir. Rajeev pun melanjutkan ucapannya bahwa Trisha sangat mencintainya, dan
jangan sampai Mihir membuatnya sakit hati. Jika sampai Trisha terluka, Rajeev
berkata bahwa Raman akan membayar mahal untuk itu semua. Mihir pun bertanya apa
yang Rajeev katakan, Mihir mengatakan jika dia tidak sedang membicarakan tentang
pertunangan tapi tentang pakaian yang dipakainya. Mihir mengatakan jika
Sherwani yang dipakainya sangat keras, tapi jika Rajeev menyukai Sherwani
tersebut maka dia akan tetap memakainya. Rajeev pun meminta maaf pada Mihir
karena terlalu mendramatisir keadaan.
Ishita dan Raman mendatangi kedai
kopi. Manager kedai berkatan jika mereka sedang merayakan perayaan 10 th kedai
kopinya dan mereka memberi hadiah pada 50 pelanggan pertama. Ishita dan Raman
pun duduk dan mereka berbicara diselingi dengan berdebat. Ishita lalu mulai
membicarakan tentang kalung pemberian Raman. Tapi kemudian Ishita melihat
Trisha bersama Romi. Ishita pun mengatakannya pada Raman. Raman pun melihat
Trisha dan Romi. Raman menduga Ishita membawanya ke kedai kopi untuk mencari
tahu tentang Trisha dan Romi. Raman lalu membawa Ishita kehadapan Trisha dan
menyuruhnya bertanya langsung. Ishita pun bertanya apa hubungan Trisha dan
Romi. Trisha pun tertawa dengan pertanyaan Ishita dan mengatakan tidak ada apa2
antara dia dan Romi. Romi pun mengatakan jika mereka bertemu untuk melihat
daftar DJ. Teman Romi yang seorang DJ datang dan menyapa mereka.
Raman lalu membawa Ishita pergi
dan mengomelinya. Ishita tengah berpikir bahwa dia mengajak Raman ke kedai kopi
karena ingin meminta maaf, Ishita pun terpikir untuk melakukannya malam nanti.
Malam harinya. Raman menunggu
Ishita di kompleks apartemen. Ishita datang dan melihat beberapa gadis
memandangi Raman dan mengomentari Raman. Raman pun menyombongkan dirinya di
depan Ishita. Ishita dengan menahan diri berkata jika dirinya beruntung telah
mendapatkan Raman. Raman membalas bahwa dirinya yang tidak beruntung
mendapatkan Ishita. Raman meminta Ishita mengganti sareenya. Beberapa gadis
memanggil Raman dengan sebutan Raman Gagah. Raman pun tersenyum. Pammi berkata
pada Ishita agar menjaga Raman karena setiap gadis bisa membawanya nanti.
Ishita pun tersenyum. Raman pun berpikir bahwa inilah saatnya menunjukkan pada
Ishita tarian salsanya.
Pammi sedang berbicara dengan
Raman. Lalu Ishita mendatanginya dan hendak mengajaknya berbicara tapi Raman
menyuruhnya pergi ganti baju karena
orang2 sedang mentertawakannya. Raman berujar jika orang2 itu berpikir
dirinya sedang bersama ibunya. Ishita pun mengomel karena sebenarnya dia ingin
meminta maaf pada Raman tapi Raman tidak mau mendengarnya.
Semua orang memuji Raman, teman
Raman melihat Ishita dan memandang ke arahnya. Raman bertanya pada temannya “apa
yang terjadi hingga kau terus melihat ke
arah sana”. Raman berbalik dan terkejut melihat Ishita mengenakan saree yang
indah. Semua orang mekihat Ishita saat dia masuk
Ishita terlihat cantik dalam
tatanan rambut yang begitu indah. Dia menemui teman Raman (Abhisek), Abhisek
berkata bahwa Ishta terlihat sangat menakjubkan. Beberapa saat kemudian Abhisek
pergi. Ishita melihat Raman dan tersenyum. Raman melihatnya dari atas sampai
bawah. Ruhi lalu datang dan berkata jika ayah ibunya terlihat sangat mempesona,
Ruhi meminta ciuman dari mereka. Mereka pun mencium Ruhi tapi menghindari
mereka dan mereka hampir saling berbenturan. Raman berkata jika Ruhilah yang
paling cantik dipesta ini. Ishita lalu membawa Ruhi dan pergi. Raman pun
bergumam jika Ishita terlihat sangat cantik.
Ruhi dan Ishita datang melihat
Trisha. Trisha sedang dipakaikan mehendi. Ishita meminta pada mereka
memasangkan mehendi pada telapak tangan Ruhi. Mereka lalu tertawa mendengar
pembicaraan Ruhi. Beberapa wanita bergosip menanyakan keluarga Mihir, ada yang
menjawab bahwa Mihur sendirian dan Raman yang merawatnya. Ishita mendengar
pembicaraan mereka. Mereka laku bertemu Simmi dan menanyakan Parmeet, Simmi berkata
Parmeet sedang sibuk. Mereka pun menyuruh Simmi memanggil Parmeet. Tapi Simmi
mengalihkan pembicaraan. Mereka lalu menggosipkan Parmeet. Mereka merasa ada
sesuatu yang mencurigakan dalam keluarga Bhalla, mereka mengatakan jika Raman
mengusir parmeet dari rumah. Simmi pun marah mendengar ucapan mereka.
Sinopsis Mohabbatein ANTV Episode 37 Tayang Selasa , 06 September 2016
Ishita mendengar dan melihat
Simmi memarahi wanita2 itu. Simmi mengatakan jika Parmeet tidak melakukan apa2,
dia hanya tidak ingin tinggal bersama mertua jadi dia pergi. Ishita
mengehntikan Simmi dan berkata agar tidak membawa masalah keluarga di depan
umum. Simmi pergi dengan kemarahan. Ishita lalu mencoba berbicara dengan
wanita2 tadi dan meminta pengertian mereka. Merekapun berkata bahwa mereka
tidak akan lagi membahasnya.
Rajeev membawa Mihir, mereka menemui Raman. Lalu Rajeev menemui
keluarga Bhalla. Raman sendiri mengobrol dengan Mihir. Pathak datang dan
mengucapkan selamat pada Mihir atas pertunangannya. Raman melihat Ashok dan
Shagun begitu juga sebaliknya. Ashok berkata pada Shagun bahwa Raman sedang
melihatnya. Shagun dengan sombongnya menjawab jika mata Raman akan selalu terus
menatapnya. MIhir berkata siapa yang mengundang mereka. Raman meminta Mihir menyambut
Ashok. Rajeev juga menyambut mereka. Raman juga meminta Mihir mengabaikannya
karena mereka adalah tamu Rajeev.
Simmi melihat Ashok dan Shagun.
Shagun mendatanginya karena ingin mengajaknya mengobrol tapi Simmi beranjak
pergi. Shagun merasa geram. Ashok mendapat telepon dan dia pergi dari sisi Shagun.
Rajeev mendatangi Shagun dan mengajaknya mengobrol. Rajeev lalu berkata bahwa
dia tidak menyangka akan menjalin hubungan keluarga dengan Raman sejak
pertemuannya waktu itu. Shagun bertanya pertemuan mereka waktu itu apakah
dibulan januari. Rajeev mengiyakan. Shagun pun berpikir bagaimana Raman bisa
memperkenalkan Ishita sebagai istrinya pada bulan januari sedangkan pada bulan
tersebut Raman belum menikah dengan Ishita. Shagun pun hendak mengatakan
kebenarannya pada Rajeev.
Mihika datang bersama Vibhu.
Mihir melihat mereka. Raman menyapa dan membawa Vibhu. Mihir memandang Mihika.
Mihika berkata jika Ishita yang mengundangnya, Mihika juga berkata bahwa
akhirnya baik dirinya ataupun Mihr bisa melanjutkan kehidupan sendiri2. Ishita
kemudian datang dan memeluk Mihika. Lalu Ishita mengobrol dengan Mihir.
Keluarga Iyer datang, Acara
Sangeet pun dimulai. Dibuka dengan penampilan tarian spesial dari Vibhu dan
Mihika. Vibhu mengangkat Mihika dan Mihir cemburu melihatnya, dia lalu
memecahkan gelas dan tangannya pun terluka. Bala tersenyum dan berkata jika
rencana Ishita telah bekerja. Trisha mengkhawatirkan Mihir. Mihir pun pergi dan
Shagun menghampirinya untuk mengajaknya berbicara. Mihir sedang mengikat
saputangan di tangannya. Ishita juga kemudian muncul. Shagun meminta Mihir mau
berbicara dengannya tapi Mihr mengatakan jika hubungannya dengan Shagun
berakhir saat Shagun berpisah dengan Raman. Shagun pun menghina Mihir. Mihir
menyuruhnya pergi. Shagun lalu melihat Ishita dan kemudian dia pergi.
Shagun mendatangi Ashok dan menceritakan apa yang terjadi. Shagun merasa
Mihir tidak bahagia dengan pertunangannya. Ashok meminta Shagun untuk
tidak ambil pusing.
Raman menatap Ishita dan Ishita tersenyum. Romi lalu menari dan Toshi
ikut dengannya. Semua orang bergabung dan menikmati tarian. Shagun
menunjukkan Simmi pada Ashok. Ashok berkata bahwa sepertinya Simmi
merindukan suaminya yang seorang pecundang. Mihika meminta madhavi
menari tarian klasik.

Simmi senang melihat mereka sekaligus marah. Shagun lalu mengham;irinya
dan mengatakan jika Parmeet dalam keadaan baik2 saja dan merindukan
Simmi. Simmi meminta Shagun pergi karena dia tidak ingin berteman dengan
SHagun. Shagun meminta Simmi melupakan masala lalu dan memikirkan masa
depan. Mereka lalu mengobrol. Shagun yerus meracuni otak Simmi bahwa
Raman sudah membuat Parmeet hancur. Simmi ingin melihat Ishita terluka
dan menangis. Shagun pun berpikir jika dia ingin Simmi mendukungnya maka
dia harus menyerang Ishita. Shagun berniat membuat Raman mearah pada
Ishita.
Raman mendatangi ayah mertuanya dan mengajaknya “minum” tapi Vishwa
berkata jika Madhavi melihatnya “minum” maka dia akan dimarahi.
Shagun mendatangi Raman dan mengejeknya. Shagun terus saja mengatakan
jika Raman masih mencintai dirinya dan akan terus mencintainya karena
sampai sekarang Raman pun belum menyentuh Ishita. Raman pun sadar bahwa
Parmeet yang memberitahukan tentang itu semua pada Shagun. SImmi menatap
mereka, Raman lalu bergegas pergi dan Shagun pun tersenyum.
Terdengar pemberitahuan jika Raman dan Ishita akan menari. Semua orang
pun bertepuk tangan. Ishta muncul dengan mengenakan gaun modern berwarna
merah. Raman mengucapkan terima kasih pada semuanya dan menghentikan
langkah Ishita. Raman berkata dia tidak bisa menari dengan Ishita hari
ini. Semua orang terkejut. Raman lalu mengatkan bahwa dia akan menari
bersama cinta perta dan istri pertamanya yakni Shagun.
Shagun merasa senang dan tersenyum. Ishita pun meneteskan air matanya.
Raman meminta Shagun untuk menari dengannya demi Trisha dan Mihir.
Shagun hendak melangkah dan dia berkata pada Ishita “Maaf Ishita, Raman
hanya memunyai satu tempat di dalam hatinya dan tempat itu adalah
milikku”. Ishita pun terlihat marah. Ashok pun heran dengan yang
dilakukan Raman didepan umum.
Raman memberikan tangannya pada Shagun, Shagun menerima tangan Raman dan
mereka melihat Ishita. Simmi tersenyum puas. Mereka lalu menari.
Sementara Isgita memegang tas kecil Shagun. Mihika melempar tas itu dari
tangan Ishita dan dia mengajak Ishita pergi karena mereka tidak bisa
berdiri disana dan melihat semua ini. Ishita hendak pergi tapi Shagun
tiba2 terjatuh.
Mihika dan Ishita menghentikan langkahnya. Shagun pun terluka. Semua
orang bertepuk tangan dan tersenyum. Raman lalu duduk dan menghina
Shagun. Raman berkata “kau tidak akan bisa menyeimbangkan langkahku”.
Ashok membantu Shagun berdiri. Raman menghentikan Ashok dan kemudian
berkata “biarkan dia, semua orang tau kekasihmu ini tidak pernah
menyelesaikan pekerjaannya dengan sempurna. Dulu dia meninggalkan
pernikahanku dan sekarang tarianku juga ditinggalkan olehnya. Ada
seorang wanita yang mampu melakukannya”. Raman menunjuk Ishita dan
meneruskan ucapannya “Dialah yang akan melengkapi tarianku”. Raman lalu
meminta maaf pada Ishita telah melakukan drama tadi. Raman berkata “ya,
itu semua hanya akting, seorang penyair ternama mengatakan jika kita
ingin menghargai sinar matahari maka kita harus mengidentifikasi
kegelapan terlebih dahulu”. Raman pun memuji Ishita dan mengejek Shagun
dengan berujar “Kau tidak akan pernah bisa menjadi seperti Ishita meski
kau mengambil 100 kelahiran lagi”. Raman mendekati Ishita dan berkata
“Shagun tidak pernah mendukungku dan sekalu meninggalkanku ditengah
jalan, tapi kau mendukungku dan berjalan bersamaku”. Raman memberikan
tangannya pada Ishita. Shagun pun terlihat sangat marah.
intifilm.com
Merit Casino : The Perfect Way To Play Blackjack
ReplyDeleteI have already seen a lot 온카지노 of online casinos paying attention to the games and this site allows you 인카지노 to play at different places. It's always 메리트 카지노 something